PENDIDIKAN
PENDIDIKAN
Mendidik anak itu tidak harus memarahi atau memaksa ataupun menuntut saat belajar suatu hal. Tentunya belajar hal yang positif. Mendidik itu bisa disebut dengan menemani anak. Nah kalau menemani anak kan bisa santai tetapi pasti, tidak harus kemrusung. Dari menemani anak saat belajar itu bisa menambah berfikir kreatifitas anak tersebut. Dengan menemani anak, setelah itu menyuruh menceritakan dari hasil belajar tersebut. Dengan menceritakan apa yang dipelajari tadi membuat si anak mempunyai daya nalar yang bagus, tentunya kreatif juga. Dan itu telah terbukti. Daya ingat anak itu lebih bagus / daya titennya lebih bagus. Itu sudah terbukti dengan apa yang diceritakan anak dari proses belajarnya lebih mendetail.
Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah suatu upaya dan daya terus menerus untuk memajukan yang pertama adalah budi pekerti, yang kedua yaitu intelektual. yang ketiga yaitu raga (didalam tubuh).Kalau biasanya memakai daya dan upaya. Disini bisa diubah. Tetapi artinyapun sama.
Nah dari penjelasan diatas mengenai pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yang paling utama adalah budi pekerti. Tetapi yang kita ketahui sekarang pendidikan di Indonesia yang diutamakan adalah intelektualnya terlebih dahulu. Itu sangat salah kaprah. Seharusnya yang dipupuk terdahulu / sedini mungkin adalah budi pekerti. Setelah itu baru intelektual. Dan yang ketiga yaitu raga (didalam tubuh). Nah urutan ketiga tersebut jika diterapkan dengan benar tidak ada namanya kasus pelecehan2 didunia pendidikan. Dizaman now sekarang fakta diberita banyak kasus2 karakter siswa yang tidak patuh diontoh. Contohnya terdapat siswa memukul bapak guru, sampai meninggal. Padahal disitu bapak guru hanya menegur apa yang dilakukan siswa tersebut salah. Nah karakter - karakter tersebut yang dimaksudkan, dirubah dari sekarang. Agar munculnya siswa yang terdidik.
Bapak Zainal adalah dokter spesialis yang hebat. Beliau mempunyai ilmu istilah kedokteran yang mendetail. Itu dipelajari terus menerus. Ilmunya beliau dapat dari ketekunanannya, istilah sekarang yaitu otodidak (belajar sendiri). Tetapi bukan itu yang dimaksud. Beliau mendapatkan ilmu tersebut dari mengutek2 1 hal dengan fokus dan terus menerus dengan ketekunannya sehingga menjadilah sekarang dokter spesialis yang hebat. Beliau itu pernah diundang diberbagai acara seminar atau praktik mengobati penyakit spesialis diluar negeri. Ini kasus diluar negeri, Suatu ketika ada sekumpulan dokter - dokter berkumpul dan mendapati masalah menyelasaikan penyakit pasien. Dokter - dokter berkumpul membahas hal tersebut dan berfikir bagaimana menyelesaikan masalah tersebut, tetapi tidak kunjung ditemukan penyelasaiannya. Nah dipanggilah Bapak Zainal untuk melihat kasusnya, tidak nyangka dokter - dokter tersebut. Bapak Zainal bisa menyelesaikan masalah tersebut hanya 10 menit.
Bapak Zainal pernah diundang diacara seminar bersama saya (Bapak Aniq) dalam seminar tersebut Bapak Aniq dikasih materi "tulang punggung". Nah tema tersebut dianggap umum Pak Aniq, sehingga membuat bingung Pak Aniq untuk mengembangkan materi tersebut. Nah ditanyakan tema tersebut oleh Bapak Aniq, dengan mendetail. Ternyata materi tersebut bertema tulang punggung di Alqur'an. Dikira tambah mudah malah ternyata materinya tambah lebih rumit. Nah masih berfikir materi tersebut tema " tulang pugung Al-Qur'an". Nah ruwet juga. Semalam direnungkan materi tema tersebut oleh Bapak Aniq sampai tidak nafsu makan dan membuka dikitab Al- Quran. Belum ketemu. Akhirnya sampai beberapa kali baru ketemu. Disini penjelasannya : Tulang punggung itu ada 33 ruas. Yaitu wirid 33 x, (astagfirullahal'adzim, subhanallah, alhamdulillah). tulang punggung dari bahasa arab yaitu dhohrun. Yaitu terdapat pada surat Al- Insyiroh. Huruf dhok pada lafadz dhohrun itu terakhir disurat - surat Al- Qur'an dari surat Al- Insyirah sampai surat An- Naas. Coba dibuktikan bisa dibukak Al- Qur'annya dari surat Al- insyirah sampai surat An - Naas terdapat huruf dhok apa tidak? Tulang punggung itu terdapat pada huruf dhok ada alif artinya yang memberi beban dipunggungmu.Setelah selesai seminar, dipraktikan. Yaitu tulang punggung ditarik keatas, rasanya itu langsung lego. nah terbukti dari hal tersebut.
Pengajaran terjebak pada pendidikan yang tidak sebenarnya. contohnya fenomena disemester 1.
Pengajaran sebagian dari pendidikan. Pendidikan yaitu tuntunan. Ki Hajar Dewantara mengatakan pendidikan adalah pengayoman.
pendidikan = tarbiyah. tarbiyah dari kata rabbun yaitu memelihara, mendidik, mengayomi. Dasar Al- Qur'an surat An- Naas.
Penyakit kronis yang disebutkan didalam Al - Qur'an adalah ragu - ragu. Disebutkan bahwa pertama = ragu - ragu, terakhir = ragu- ragu. Pengajar adalah cara memberikan ilmu / pengetahuan tentang tuntunan. Pendidikan adalah ruang. Di Indonesia sekolah itu sangat formal menggunakan seragam semua. Padahal di negara lain ketentuannya tidak seperti itu. Contohnya dikorea baju sekolah itu sangat bebas. Sekolah itu dibebaskan. Tidak serta merta didalam ruangan. Bebas sekali. Nah diIndonesia pakai seragam PNS seragam. Seragam itu terjadi adanya orde baru. Kalau dikorea kan tidak ada orde baru makanya bebas pendidikannya. Dulu pada masa orde baru di Indonesia semua PNS bajunya diseragamkan. Nah pas pemilihan presiden Pak Harto. PNS yang tidak nyoblos Pak Harto maka akan dilacak akan dieksekusi. Dan kejadian tersebut benar - benar terjadi.
Mendidik anak itu tidak harus memarahi atau memaksa ataupun menuntut saat belajar suatu hal. Tentunya belajar hal yang positif. Mendidik itu bisa disebut dengan menemani anak. Nah kalau menemani anak kan bisa santai tetapi pasti, tidak harus kemrusung. Dari menemani anak saat belajar itu bisa menambah berfikir kreatifitas anak tersebut. Dengan menemani anak, setelah itu menyuruh menceritakan dari hasil belajar tersebut. Dengan menceritakan apa yang dipelajari tadi membuat si anak mempunyai daya nalar yang bagus, tentunya kreatif juga. Dan itu telah terbukti. Daya ingat anak itu lebih bagus / daya titennya lebih bagus. Itu sudah terbukti dengan apa yang diceritakan anak dari proses belajarnya lebih mendetail.
Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah suatu upaya dan daya terus menerus untuk memajukan yang pertama adalah budi pekerti, yang kedua yaitu intelektual. yang ketiga yaitu raga (didalam tubuh).Kalau biasanya memakai daya dan upaya. Disini bisa diubah. Tetapi artinyapun sama.
Nah dari penjelasan diatas mengenai pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yang paling utama adalah budi pekerti. Tetapi yang kita ketahui sekarang pendidikan di Indonesia yang diutamakan adalah intelektualnya terlebih dahulu. Itu sangat salah kaprah. Seharusnya yang dipupuk terdahulu / sedini mungkin adalah budi pekerti. Setelah itu baru intelektual. Dan yang ketiga yaitu raga (didalam tubuh). Nah urutan ketiga tersebut jika diterapkan dengan benar tidak ada namanya kasus pelecehan2 didunia pendidikan. Dizaman now sekarang fakta diberita banyak kasus2 karakter siswa yang tidak patuh diontoh. Contohnya terdapat siswa memukul bapak guru, sampai meninggal. Padahal disitu bapak guru hanya menegur apa yang dilakukan siswa tersebut salah. Nah karakter - karakter tersebut yang dimaksudkan, dirubah dari sekarang. Agar munculnya siswa yang terdidik.
Bapak Zainal adalah dokter spesialis yang hebat. Beliau mempunyai ilmu istilah kedokteran yang mendetail. Itu dipelajari terus menerus. Ilmunya beliau dapat dari ketekunanannya, istilah sekarang yaitu otodidak (belajar sendiri). Tetapi bukan itu yang dimaksud. Beliau mendapatkan ilmu tersebut dari mengutek2 1 hal dengan fokus dan terus menerus dengan ketekunannya sehingga menjadilah sekarang dokter spesialis yang hebat. Beliau itu pernah diundang diberbagai acara seminar atau praktik mengobati penyakit spesialis diluar negeri. Ini kasus diluar negeri, Suatu ketika ada sekumpulan dokter - dokter berkumpul dan mendapati masalah menyelasaikan penyakit pasien. Dokter - dokter berkumpul membahas hal tersebut dan berfikir bagaimana menyelesaikan masalah tersebut, tetapi tidak kunjung ditemukan penyelasaiannya. Nah dipanggilah Bapak Zainal untuk melihat kasusnya, tidak nyangka dokter - dokter tersebut. Bapak Zainal bisa menyelesaikan masalah tersebut hanya 10 menit.
Bapak Zainal pernah diundang diacara seminar bersama saya (Bapak Aniq) dalam seminar tersebut Bapak Aniq dikasih materi "tulang punggung". Nah tema tersebut dianggap umum Pak Aniq, sehingga membuat bingung Pak Aniq untuk mengembangkan materi tersebut. Nah ditanyakan tema tersebut oleh Bapak Aniq, dengan mendetail. Ternyata materi tersebut bertema tulang punggung di Alqur'an. Dikira tambah mudah malah ternyata materinya tambah lebih rumit. Nah masih berfikir materi tersebut tema " tulang pugung Al-Qur'an". Nah ruwet juga. Semalam direnungkan materi tema tersebut oleh Bapak Aniq sampai tidak nafsu makan dan membuka dikitab Al- Quran. Belum ketemu. Akhirnya sampai beberapa kali baru ketemu. Disini penjelasannya : Tulang punggung itu ada 33 ruas. Yaitu wirid 33 x, (astagfirullahal'adzim, subhanallah, alhamdulillah). tulang punggung dari bahasa arab yaitu dhohrun. Yaitu terdapat pada surat Al- Insyiroh. Huruf dhok pada lafadz dhohrun itu terakhir disurat - surat Al- Qur'an dari surat Al- Insyirah sampai surat An- Naas. Coba dibuktikan bisa dibukak Al- Qur'annya dari surat Al- insyirah sampai surat An - Naas terdapat huruf dhok apa tidak? Tulang punggung itu terdapat pada huruf dhok ada alif artinya yang memberi beban dipunggungmu.Setelah selesai seminar, dipraktikan. Yaitu tulang punggung ditarik keatas, rasanya itu langsung lego. nah terbukti dari hal tersebut.
Pengajaran terjebak pada pendidikan yang tidak sebenarnya. contohnya fenomena disemester 1.
Pengajaran sebagian dari pendidikan. Pendidikan yaitu tuntunan. Ki Hajar Dewantara mengatakan pendidikan adalah pengayoman.
pendidikan = tarbiyah. tarbiyah dari kata rabbun yaitu memelihara, mendidik, mengayomi. Dasar Al- Qur'an surat An- Naas.
Penyakit kronis yang disebutkan didalam Al - Qur'an adalah ragu - ragu. Disebutkan bahwa pertama = ragu - ragu, terakhir = ragu- ragu. Pengajar adalah cara memberikan ilmu / pengetahuan tentang tuntunan. Pendidikan adalah ruang. Di Indonesia sekolah itu sangat formal menggunakan seragam semua. Padahal di negara lain ketentuannya tidak seperti itu. Contohnya dikorea baju sekolah itu sangat bebas. Sekolah itu dibebaskan. Tidak serta merta didalam ruangan. Bebas sekali. Nah diIndonesia pakai seragam PNS seragam. Seragam itu terjadi adanya orde baru. Kalau dikorea kan tidak ada orde baru makanya bebas pendidikannya. Dulu pada masa orde baru di Indonesia semua PNS bajunya diseragamkan. Nah pas pemilihan presiden Pak Harto. PNS yang tidak nyoblos Pak Harto maka akan dilacak akan dieksekusi. Dan kejadian tersebut benar - benar terjadi.
Komentar
Posting Komentar